5 Fungsi Geotekstil Sebagai Bahan Material Proyek
Sumber gambar: Amazon.co.uk

5 Fungsi Geotekstil Sebagai Bahan Material Proyek

30 views

Fungsi geotekstil ternyata sangat penting digunakan pada pekerjaan konstruksi khususnya seperti pembangunan jalan raya, jembatan penyebrangan, pembuatan saluran air, dll. Namun, apakah Anda sudah paham apa fungsi spesifik dari geotekstil tersebut?.

Geotekstil atau biasa disebut sebagai geosintetik merupakan salah satu bahan dalam industri tekstil yang masih digunakan di beberapa pekerjaan konstruksi sipil. Penggunaan geosintetik sering diterapkan oleh para profesional teknik sipil dalam rekayasa aset lingkungan seperti tanah.

Sejarah Awal Mula Geotekstil

Bahan material geotekstil pertama kali digunakan dalam sebuah pekerjaan proyek di Belanda pada tahun 1953. Penggunaan tersebut untuk mencegah intrusi air laut yang bisa menyebabkan banjir. Sejak saat itu, penggunaan material geotekstil terus meningkat sampai saat ini. 

Tercatat pada tahun 1970, penggunaan geotekstil hanya 10 juta meter persegi. Namun apabila dibandingkan pada tahun 2007, penggunaan geotekstil mencapai 2.500 juta meter persegi. Meningkat pesat!. 

Penggunaan geotekstil tertinggi masih dipegang negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Eropa Timur, Jepang dan Australia. Namun lambat laun, negara berkembang mulai menggunakan geotekstil setelah banyak studi mendalami dan beberapa contoh proyek yang berhasil menerapkan geotekstil.

Fungsi Geotekstil di Dunia Konstruksi

Sifat-sifat tekstil yang digunakan berdasarkan polimer dan struktur atomnya terbuat untuk memperoleh manfaat dan fungsi yang sesuai. Menurut para ahli teknik sipil, geotekstil di masa depan akan semakin banyak menggantikan fungsi logam seperti besi dalam pekerjaan teknik seperti bangunan, bendungan, pondasi, jembatan, dll.

Pastinya Anda sudah penasaran dengan fungsi dari penggunaan bahan tersebut. Yuk, simak beberapa ulasannya!. 

1. Stabilisasi Tanah

Fungsi utama dari penggunaan geotekstil tersebut adalah untuk menghamburkan beban pada kondisi tanah yang gembur sehingga tersebar secara merata. Penggunaan geotekstil ini diharapkan mampu menopang tanah dari benda-benda berat di atasnya. 

Umumnya, penggunaan geotekstil untuk stabilisasi diterapkan pada konstruksi jalan, kereta api, pantai, penimbunan tanah, dll. Sederhananya, jika tanah menjadi pondasi utama yang kuat dan kokoh, maka bangunan di atasnya akan bertahan lebih lama.

2. Sebagai Perkuatan

Fungsi kedua dari penggunaan geotekstil tersebut adalah sebagai pengganti besi yang mengikat pada konstruksi bahu jalan dan lereng-lereng. Dengan kata lain untuk memperkuat dinding penahan tanah. 

Pada faktanya tidak semua tempat yang menjadi lokasi bangunan memiliki sifat tanah yang kuat, dikhawatirkan tidak mampu menahan erosi. 

Nah, salah satu fungsi dari perkuatan ini banyak diaplikasikan pada saat membuat jalan dan harus memotong tebung atau tanah samping. Tidak hanya itu, perkuatan ini banyak ditemukan pada lereng dengan geobag atau gabion dan dinding blog modular. 

Contoh merek produk yang paling banyak dipakai seperti UX Terra Grid dan PET Bx Terra geogrid.

3. Sebagai Filtrasi

Fungsi geotekstil adalah sebagai penyaring untuk mencegah pergerakan partikel dari lumpur atau tanah bersama dengan aliran air. Penerapan fungsi ini memakai kantong yang super besar, kemudian dapat diisi dengan bahan seperti lumpur atau pasir. 

Banyak juga orang-orang menggunakan bahan tersebut untuk mengurangi abrasi pantai, bendungan dan sungai. Contoh penggunaannya adalah Revetment, Pipa saluran, Reklamasi, Pengerukan dan Groin.

4. Sebagai Separasi

Dalam KBBI, konsep pemisahan lebih terkenal dengan pemisahan komponen-komponen suatu campuran, sehingga menjadi pecahan-pecahan tersendiri. 

Sedangkan pada fungsinya, separasi ini memiliki peran sebagai pemisah antara lapisan tanah yang berbeda atau disebut granulasi. Bukan hanya tanah, tetapi material apa pun yang perlu dipisahkan tanpa menghambat aliran air. 

Separator banyak digunakan di berbagai bidang seperti pergudangan, konstruksi jalan. konstruksi kereta api dan masih banyak pekerjaan lainnya.

5. Drainase

Fungsi geotextile yang terakhir adalah sebagai drainase yang mengalirkan air secara horizontal atau vertikal langsung dari permukaan tanah. Tujuan dari aliran air vertikal adalah untuk mengalirkan air ke dalam tanah, supaya akan muncul efek seperti konsolidasi. 

Sedangkan pengairan dengan sistem horizontal berfungsi untuk mengalirkan air dari permukaan tanah ke saluran pembuangan akhir. Penerapan sistem drainase ini sendiri lebih ditujukan untuk penggunaan seperti lapangan golf, stadion olahraga, landasan terbang, tempat pembuangan sampah sampai reklamasi pantai.

Nah, itu dia beberapa ulasan umum tentang fungsi geotekstil yang dipercaya mampu untuk memberikan kenyamanan dan keamanan suatu wilayah. Jenis yang biasa digunakan adalah geotextile non woven yang memiliki keunggulan untuk sebuah konstruksi.

Staff

Hercules: An independent information portal. Where we share stories. Starting from important things to types of entertainment. Whatever it is! When we think it’s potentially useful, we’ll post it. Gentlemen …. We have the technology. We have the capability to produce it. Better than he was before. Better. Stronger. Faster.

Latest from Blog