Ciri-ciri Gejala Stroke dan Pencegahannya

Ciri-ciri Gejala Stroke dan Pencegahannya

436 views

Ketika seseorang terkena penyakit stroke tampak sangat mengerikan. Pasalnya, stroke membuat anggota tubuh kaku dan lumpuh. Penderita stroke juga mengalami kesulitan berbicara dan memahami perkataan orang lain. Oleh karenanya kenali ciri-ciri gejala stroke dan pencegahannya seperti ulasan berikut ini.

Gejala Penyakit Stroke 

Pada dasarnya sakit stroke masih dapat diobati dan pulih seperti sediakala. Tetapi tidak jarang penderita mengalami kerusakan pada bagian otak maupun anggota tubuh tertentu walaupun sudah mengkonsumsi obat stroke. Dari sini dapat disimpulkan sebaiknya mencegah stroke sebelum mengobatinya. Simak gejala penyakit stroke yang biasanya dialami penderita.

1. F atau Face (Wajah)

Dapat disebut sebagai gejala permulaan yang terlihat dari bagian wajah secara keseluruhan. Cobalah meminta orang yang diduga terkena gejala stroke tersenyum. Lalu perhatikan apakah lekuk senyum pada wajah terlihat simetris dan normal.

Terutama pada bagian bibir dan mata orang sehat terlihat simetris. Apabila ada bagian wajah yang tertinggal pada sisi kanan atau kiri, maka segera berkonsultasi kepada dokter. Sebab, orang tersebut menunjukkan gejala penderita stroke.

2. A atau Arms (Tangan)

Ciri-ciri gejala stroke dapat dikenali dari gerakan lengan. Pengecekan dilakukan dengan mengangkat kedua lengan tangan bersama-sama. Apabila mengalami kesulitan mengangkat kedua lengan atau salah satunya artinya memiliki gejala stroke permulaan.

Cobalah menekuk bagian siku tangan secara lambat dan cepat. Apabila gerakan sederhana ini sulit dilakukan dan menimbulkan sakit maka menunjukkan adanya gejala stroke dini.

3. S atau Speech (Perkataan)

Penderita stroke umumnya kesulitan mengucapkan kata karena otot bagian bibir dan lidah menjadi kaku. Cara mengecek gejala stroke dengan mengulangi satu kalimat. Orang normal akan lancar mengulang kalimat dan suaranya tidak terdengar pelo.

4. T atau Time (Waktu)

Setelah seseorang mengalami gejala 1, 2, dan 3 sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit atau dokter. Pasalnya, orang tersebut menunjukkan gejala stroke yang ada pada tahapan darurat. Jangan lupa untuk membuat catatan terkait sejak kapan semua gejala tersebut dialami.

5. Gejala Stroke Umum 

Ada juga geja;a stroke umum yang terlihat sangat jelas dari penderita. Dapat dikatakan sebagai permulaan sebelum benar-benar terserang stroke. Berikut ini gejala stroke umumnya yang dirasakan.

  • Pingsan,
  • Kehilangan kesadaran,
  • Kelumpuhan mendadak pada bagian wajah, kaki, tangan, dan salah satu sisi tubuh,
  • Kesulitan melihat dengan kedua mata,
  • Kesulitan berjalan,
  • Mudah terjatuh karena kehilangan koordinasi,
  • Depresi dan tidak dapat mengendalikan emosi.

Baca juga: Ini Alasannya Mengapa Jasa Penerjemah Sangat Penting Untuk Perusahaan Anda!

Pencegahan Stroke

Satu hal yang perlu diingat adalah penyakit stroke tidak mengenal usia. Jadi, sebaiknya cegah sebelum Anda mengalami stroke. Ada banyak pencegahan stroke yang dapat diterapkan dalam pola hidup sehari-hari.

1. Menjaga Pola Makan

Untuk menjaga kesehatan dimulai dari mengatur pola makan sehat. Salah satunya tidak mengonsumsi makanan berlemak dan asin karena meningkatkan kolesterol dalam darah. Sehingga risiko terkena hipertensi lebih besar dan hipertensi memicu terjadinya stroke.

Konsumsi garam secara berlebihan juga tidak baik bagi kesehatan. Dalam satu hari idealnya mengonsumsi paling banyak 6 gram garam dapur, Anda harus menjauhi makanan penyebab stroke. Adapun makanan sehat yang disarankan memiliki lemak tidak jenuh, berserat, mengandung protein, dan vitamin.

2. Berolahraga Secara Teratur

Rajin berolahraga dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Gerakan-gerakan olahraga dapat menjaga sistem peredaran darah berjalan normal dan menyehatkan jantung. Aktivitas olahraga juga membantu menurunkan tingkat kolesterol dalam darah. Sehingga resiko terkena stroke semakin kecil karena pembuluh darah menjadi sehat.

3. Hindari Merokok

Sama seperti iklannya ‘merokok membunuh mu’ merupakan peringatan nyata. Terutama bagi perokok berat tidak hanya berisiko terkena penyakit paru-paru saja, tetapi juga penyakit kronis lainnya.

Salah satu penyakit yang dapat timbul karena merokok adalah stroke. Setiap perokok berisiko terkena stroke dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan orang normal. Menghisap rokok dapat mempersempit pembuluh darah dan akhirnya membuat darah menggumpal. Stroke yang biasanya dialami perokok adalah stroke ringan atau TIA dan stroke iskemik.

4. Hindari Minuman Beralkohol

Meminum segala macam jenis alkohol tidak baik bagi kesehatan pembuluh darah. Semua minuman beralkohol memiliki kalori tinggi. Apabila dikonsumsi terlalu sering dan jumlahnya banyak dapat memicu hipertensi dan diabetes. Setelah mengalami kedua penyakit ini maka risiko terkena stroke semakin besar.

Staff

Hercules: An independent information portal. Where we share stories. Starting from important things to types of entertainment. Whatever it is! When we think it’s potentially useful, we’ll post it. Gentlemen …. We have the technology. We have the capability to produce it. Better than he was before. Better. Stronger. Faster.

Latest from Blog