Perkembangan Kota Labuan Bajo Dari Sebuah Desa Di Pingir Laut Menuju Gerbang Wisata Dunia

Perkembangan Kota Labuan Bajo Dari Sebuah Desa Di Pingir Laut Menuju Gerbang Wisata Dunia

291 views

Labuan Bajo merupakan pintu gerbang menuju berbagai destinasi wisata di daerah sekitarnya. Pada awalnya Labuan Bajo adalah sebuah desa kecil di kecamatan Komodo, Nusa Tenggara Timur. Namun dalam perkembangan kota Labuan Bajo, Labuan Bajo telah menjadi kota besar dan menjadi kelurahan.

Nama Labuan Bajo ternyata memiliki asal usul cerita. Konon tempat ini dulunya adalah pelabuhan tempat transit para pendatang dari luar Flores. Salah satu pendatang terbanyak adalah suku Bajo dari Goa, Makassar. Dari situ muncullah nama Labuan Bajo yang berarti tempat orang Bajo berlabuh.

Perkembangan kota Labuan Bajo dimulai saat suku Bajo inilah yang meletakkan batu pertama pendirian kota Labuan Bajo. Agama yang dianut kebanyakan pendatang ini adalah Islam, namun demikian mereka hidup rukun dan damai bersama para penduduk setempat yang beragama Khatolik atau Protestan.

Labuan Bajo Dahulu

Perkembangan Kota Labuan Bajo

Sebelum Labuan Bajo berkembang seperti sekarang ini, daerah ini terkenal sebagai pemasok ikan kering ke berbagai kota terutama Ruteng. Kala itu perjalanan yang mereka tempuh dari Labuan Bajo ke Ruteng bisa membutuhkan waktu sekitar 4 hari. Jalur yang dilaluipun bisa melewati darat yang penuh belantara dan curam terjal atau juga melelewati jalur laut.

Kini, Labuan Bajo telah mengalami kemajuan pesat semenjak Pulau Komodo dicanangkan sabagai Taman Nasional Komodo pada tahun 1980. Kemudian pada tahun 1991 Unseco juga telah menetapkan Pulau Komodo sebagai salah satu situs Warisan Budaya Dunia.

Perkembangan kota Labuan Bajo terlihat dari makin ramainya lalu lalang turis asing. Tercatat dari 2014 pengunjung yang masuk ke Labuan Bajo menuju Taman Nasional ini mengalami peningkatan yang sangat drastis.

Seiring semakin banyaknya turis yang lalu lalang di kota Labuan Bajo ini, maka semakin berkembang pulalah pariwisata di daerah ini. Semakin banyak keindahan dan kekayaan alam yang dieksplor di sana.

Baca juga: Kebiasaan Orang Maluku yang Masih Lestari

Pantai-pantai yang indah mulai semakin banyak dikunjungi para wisatawan baik lokal maupun asing. Sebut saja Pantai Pink atau Pink Beach, Pantai Senggigi, Pantai Bidadari, Danau Kelimutu dan masih banyak lagi.

Perkembangan Kota Labuan Bajo di Era Jokowi

Perkembangan Kota Labuan Bajo

Berkembangnya dunia informasi dan internet telah ikut membantu perkembangan kota Labuan Bajo. Kota ini semakin dikenal dan berkembang. Perhatian pemerintah akhirnya tertuju ke daerah ini. Pemerintahan Presiden Widodo memberi perhatian khusus untuk pembangunan daerah ini terutama pembangunan infrastruktur.  

Jalan-jalan dibangun utuk mempermudah akses dan transportasi menuju Labuan Bajo. Pembangunan infrastruktur KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) dilanjutkan demi mendukung peningkatan jumlah penhunjung pariwisata di sana.

Pemerintah telah merencanakan pembangunan lanjutan untuk menata kawasan Labuan Bajo ini secara bertahap. Tahap pertama adalah pembangunan daerah Puncak Waringin, Kampung Baru, Tempat pelelangan ikan, pengembangan wisata Goa Batu Cermin, pengembangan sektor air minum dan sanitasi, serta peningkatan trotoar dan jalan Soekarno Hatta.

Presiden Jokowi saat mengunjungi Labuan Bajo pada Juli 2019 lalu mengatakan bahwa pembenahan infrastruktur dimaksudkan untuk meningkatkan target wisatawan datang ke Labuan Bajo. Kedatangan Presiden Widodo ke tempat ini juga diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Labuan Bajo.

Labuan Bajo, Destinasi Prioritas Nasional

Perkembangan kota Labuan Bajo kini semakin mengalami kemajuan pesat. Labuan Bajo kini termasuk salah satu dari 10 destinasi prioritas nasional. Dan dari 10 daftar itu, 4 diantaranya masuk dalam kategori super prioritas. Keempat daerah yang termasuk dalam kategori ini adalah Labuan Bajo.

Labuan Bajo yang dulu hanyalah sebuah desa kecil pemasok ikan, kini telah berkembang menjadi daerah wisata yang sangat diperhitungkan keberadaanya di sektor pariwisata. Kini Labuan Bajo bukan lagi sekedar daerah yang dihuni para nelayan denag aktfitasnya mencari ikan.

Labuan Bajo kini dipenuhi lalu lalang turis mancanegara. Setiap harinya 100 turis mancanegara masuk ke daerah ini. Semoga perkembangan kota Labuan Bajo yang sedang dicanangkan pemerintah.

Diharapkan pula, dengan dijalankannya berbagai pembangunan di daerah Labuan Bajo, suatu saat Labuan Bajo akan menjadi “the second best tourist destination” di Indonesia setelah Bali. Kelak ini akan berdampak bagi Labuan bajo secara khusus dan secara besar bagi Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Apakah kamu tertarik mengunjungi Labuan Bajo yang memiliki berbagai wisata alam yang tiada tara ini? Hayo lakukan trip Labuan Bajo bersama kawan dan keluarga. Turis mancanegara saja sudah lalu lalang di tempat ini, bagaimana dengan kita paa penduduk lokal??

Staff

Hercules: An independent information portal. Where we share stories. Starting from important things to types of entertainment. Whatever it is! When we think it’s potentially useful, we’ll post it. Gentlemen …. We have the technology. We have the capability to produce it. Better than he was before. Better. Stronger. Faster.

Latest from Blog