Hindari Stroke Dengan Mengenali Tanda Serangan Stroke Berulang
(foto: www.suara.com)

Hindari Stroke Dengan Mengenali Tanda Serangan Stroke Berulang

117 views

Stroke merupakan penyakit yang paling banyak menyerang masyarakat di seluruh dunia. Penyakit satu ini menyerang siapapun tanpa mengenal usia. Bahkan, setelah seseorang yang pernah mengalami stroke sembuh dapat terjangkit lagi dikemudian hari. Untuk itu sangat penting mengenali tanda serangan stroke berulang sebelum terlambat.

Hanya mengalami gejala stroke saja juga dapat menimbulkan kecacatan permanen. Stroke memang tidak dapat dipandang sebelah mata, wajib dilakukan tindakan tepat agar tidak menyebabkan kematian. Selain itu, stroke berpotensi mengakibatkan kerusakan otak jangka panjang atau permanen.

Sudah menjadi rahasia umum pula jika efek serangan stroke sangat menghancurkan kesehatan tubuh. Termasuk juga kerusakan otak yang berujung kelemahan otot hingga kelumpuhan. Ada juga berakibat menimbulkan gangguan sensorik, memori, berkomunikasi, mendengar, dan kesehatan emosional.

“Sebagian besar masyarakat percaya, bahwa stroke hanya terjadi satu kali seumur hidup. Namun fakta yang ditunjukkan berbeda karena stroke menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Serta setelah dinyatakan sembuh dapat menyerang kembali di kemudian hari dalam jangka waktu 5 tahun” ujar CEO Yayasan Jantung dan Stroke di Afrika Selatan, Vas Mungal-Sigh melansir dari halaman Health24 (29/10/2019).

Tanda Serangan Stroke Berulang

Tanda Serangan Stroke Berulang
Seorang Lansia Mengalami Pusing Luar Biasa (www.rsananda.com)

Siapa sih yang ingin mengalami serangan stroke berulang. Baik Anda dan orang dicintai tentunya tidak mau. Apalagi stroke berulang beresiko besar menyebabkan kecacatan permanen jika tidak diambil langkah medis cepat. Berikut ini tanda serangan stroke berulang yang wajib dipastikan. Check this out!

  • Tanda serangan stroke berulang dapat dilihat dari wajah. Jadi, mintalah orang bersangkutan untuk menunjukkan gigi ketika tersenyum. Selanjutnya perhatikan apakah sisi wajah simetris atau adakah sebagian wajah yang terkulai alias tidak dapat bergerak.
  • Tanda serangan stroke berulang dapat dikenali dari pergerakan lengan. Caranya dengan meminta orang bersangkutan mengangkat kedua lengannya ke arah atas dan pegang. Apabila salah satu lengan tidak bergerak terindikasi sebagai tanda serangan stroke berulang beberapa jam ke depan.
  • Tanda serangan stroke berulang dapat dilihat dari cara berbicara seseorang. Jadi, mintalah orang bersangkutan untuk mengulangi kalimat pendek yang diucapkan. Contohnya cerah di Jakarta. Apakah orang-orang tersebut dapat mengulang kata tersebut dengan jelas dan tidak cadel.

Disamping itu, perhatikan pula waktu saat gejala-gejala stroke dialami dengan cara mencatatnya. Catatan tersebut akan sangat membantu dokter saraf yang menangani pasien. Usahakan agar bantuan medis segera dating dalam waktu kurang dari 1 jam atau beberapa menit.

Pahami jika banyak waktu yang terbuang maka fungsi otak akan semakin melemah atau rusak. Jadi, penderita stroke sepatutnya memperoleh pertolongan medis ke rumah sakit terdekat. Supaya kesempatan untuk pulih lebih cepat dan dapat bertahan hidup lebih lama.

Catatan yang wajib ada yakni gejala pertama kali muncul. Pasalnya beberapa penderita sering lupa jika dirinya sudah mengalami penggumpalan darah sejak beberapa waktu lalu. Hal tersebut juga mendukung pengobatan apa yang digunakan. Contohnya menggunakan obat untuk melarutkan darah beku dalam waktu 3 jam setelah merasakan gejala stroke.

Baca juga: Cara Pengobatan Stroke Dengan Bawang Putih

Menurut Profesor Alan Bryer, Kepala Unit Penyakit Stroke dari Groote Schuur Hospital, University of Cape Town ,”Beberapa pasien mengalami ketidakcocokan dengan pengobatan darurat penyakti stroke. Sehingga dibutuhkan cacatan sejak kapan gejala dialami guna meminimalisir komplikasi penyakit lainnya”.

Tanda Serangan Stroke Berulang Menunjukkan Kondisi Darurat

Ada tanda stroke berulang yang terjadi jauh-jauh hari sebelum serangan dialami. Namun, ada pula tanda-tanda yang menunjukkan jika seseorang tengah dalam kondisi darurat. Berikut ini tanda-tanda yang dirasakan, berupa:

  • Salah satu sisi tubuh menjadi lemah atau mendadak mati rasa,
  • Kesulitan berbicara, memahami bahasa, dan ucapan terdengan pelo,
  • Kehilangan penglihatan dan kesulitan melihat secara tiba-tiba, dapat terjadi pada salah satu atau kedua bola mata,
  • Kesulitan berjalan, pusing, dan akhirnya kehilangan keseimbangan,
  • Sakit kepala luar biasa yang terjadi secara tiba-tiba dan tanpa sebab yang pasti.

Apabila sudah mengalami tanda-tanda diatas maka sepatutnya mengambil pengobatan medis. Disamping itu, kenali resiko stroke dari riwayat penyakit lain seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan fibrilasi atrium atau detak jantung tidak teratur.

Terdapat sekitar 70% dari penderita stroke diawali denga hipertensi. Meskipun stroke dapat dicegah sejak dini, sangat disarankan untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Utamakan melakukan pengobatan efektif, menerapkan gaya hidup sehat, serta menghindari rokok dan minuman beralkohol.

Cara Mencegah Stroke Berulang

Hari Stroke Sedunia, Ini 5 Nutrisi Makanan yang Bisa Cegah Stroke
Mengonsumsi Buah Guna Mencegah Stroke (food.detik.com)

Stroke berulang dapat terjadi kepada siapa saja dan kapan saja. Serangan stroke kedua ini biasanya lebih ganas dan menimbulkan efek yang tidak main-main. Banyak kasus stroke kedua mengakibatkan kecacatan fisik permanen hingga penderita meninggal dunia. Oleh karena itu, lakukan upaya pencegahan sejak mengetahui tanda serangan stroke berulang seperti di bawah ini.

1. Menjalankan Gaya Hidup Sehat

Hal yang wajib dihindari yakni rokok, minuman beralkohol, stres mental, konsumsi garam berlebihan, dan  kegemukan. Selain itu penderita wajib mengurangi konsumsi makanan berlemak dan tinggi kolesterol.

Gaya hidup sehat yang ideal yakni terkendalinya tekanan darah, detak jantung, tidak mengalami diabetes mellitus, dan penyumbatan pembuluh darah. Untuk mewujudkan gaya hidup sehat tidak ada salahnya berkonsultasi kepada ahli gizi.

2. Rutin Berkonsultasi Kepada Dokter Spesialis Saraf

Setelah mengalami stroke harusnya rutin mengontrol kondisi kesehatan kepada dokter spesialis saraf. Misalnya pada saat melakukan terapi, proses pemulihan, dan melihat gejala-gejala stroke kedua.

3. Mengkonsumsi Obat-obatan yang Dianjurkan Dokter

Ada berbagai jenis obat-obatan khusus diberikan oleh dokter saraf. Sebaiknya dikonsumsi sesuai anjuran saja. Hindari mengonsumsi obat stroke dalam jangka waktu panjang karena menimbulkan efek samping.

4. Memperoleh Dukungan Dari Keluarga

Dukungan dari orang terdekat menjadi faktor utama kesembuhan penderita stroke. Terutama dari seluruh anggota keluarga yang mendorong penderita untuk bangkit kembali. Sehingga timbul motivasi dalam diri penderita stroke untuk melawan penyakit tersebut.

5. Berkonsultasi dengan Bagian Rehabilitasi Medis

Sangat penting pula berkonsultasi kepada bagian rehabilitas medis. Dinilai sebagai usaha medis untuk mendorong pasien melakukan aktivitas sehari-hari. Mulai dari bergerak, berjalan, berbicara, mendengar, hingga makan dan minum.

Apakah penyakit stroke bisa sembuh total ? Jawabannya adalah ya, dengan syarat bahwa penderita harus mengubah pola hidup sehat dan makanan kaya asupan nutrisi. Disamping itu, penderita stroke patut waspada setiap saat karena kemungkinan terjadi stroke berulang cukup besar. Kenali tanda serangan stroke berulang seperti ulasan yang disampaikan di atas.

dr. Mursyid Bustami, Sp. S (K)., KIC., MARS, Ahli Saraf dari IDI menyebutkan jika penderita stroke berpotensi mengalami serangan untuk yang kedua kalinya. Tanpa memandang usia, jenis kelamin, ras, dan lainnya. Syarat wajib dipenuhi agar stroke tidak kambuh adalah hidup dengan sehat.

Baca juga: Cara Penyembuhan Stroke Serangan Kedua

Ingat bahwa serangan stroke berulang biasanya lebih ganas dibandingkan stroke semula. Bahkan, gejala stroke dapat dialami secara tiba-tiba. Misalnya anggota tubuh tiba-tiba melemas, terasa kebas, dan kesemutan. Setelah merasakan tanda serangan stroke berulang sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis saraf agar faktor resiko penyakit dapat dikendalikan.

Latest from Blog